Kamis, 23 Februari 2012

GUPPI MENUNTUT HAK

GUPPI MENUNTUT HAK
            Kamis,16 februari 2012 pesantren Guppi melakukan unjuk rasa menuntut kejelasan tanah dan pengembalian tanah yang disisihkan oleh pihak-pihak tertentu.
Aksi unjuk rasa ini di ikuti oleh, Alumni, Siswa dan guru. Antusias iswa, alumni, dan segenap guru yang turut dalam unjuk rasa ini sangat terlihat padasaat penyampaian aspirasi.
Menurut pendapat Muhammad Syuaib. seorang alumni Guppi lulusan Thn. 2009 orasinya menyampaikan :
Penuntutan Hak terhadap tanah yang telah dirampas sudah sangat pantas dan layak untuk di lakukan dikarenakan Pengambilan tanah / pengaktaan tanah ini sangat tidak procedural. Dan telah lama pihak guppy berdiam diri. Tapi mereka menganggap bahwa Guppi diam dan tak akan melakukan apa- apa. Guppi layaknya Seekor dinga yang sedang tertidur pulas namun tetap erfikir kemudian mangsa mengusik ketenangannya. Guppi Bkan diam karena tak mampu melawan.

            Rute unjuk rasa dimulai dari depan Kediaman POMPES GUPPI SAMATA GOWA dan dilanjutkan konfoi ke Kantor DPRD Kab Gowa serta terahir Badan Pertanahan Kabupaten Gowa.  Unjuk rasa yang di sertai pembakaran Ban bekas di depan POMpeS Guppi Samata nyaris bentrok dengan seorang supir truck  yang telah lama menunggu Aksi selesai. Pembakaran mayat sebagai simbolitas telah berpulangnya hati nurani pemimpin bangsa ini berahir dengan kemacetan sepanjang jalan depan Kantor Badan Pertanahan Kab. Gowa.
            Pihak guppy hanya menuntut 10 Ha dari sekian banyak Tanah yang telah direbut. Tanah guppy merupakan category tanah Negara.

Menurut sekretaris Ketua Komisi I DPRD  Kab. Gowa Bahwa dalam waktu dekat setelah tanggal 16 February 2012 Pihak DPRD Kab. Gowa Akan meninjau area tanah Pesantren Guppi Awal dan sisahnya. Sedangkan dari Pihak Badan pertanahan belum mendapatkan kejelasan yang rill selain janji..
            Pendapat Abd. Jabbar Seorang Alumni Guppi Samata dalam pernyataanya :
            Akankah guppi hanya akan menjadi Puing dan Kenangan???
Tentunya Guppi tidak akan menjadi puing dan hanya menjadi goresan sejarah. Tapi ketika tidakan kesewenang-wenangan ini terus di bolehkan maka lontaran Abd. Jabbar akan menjadi kenyataan. Tindakan Pemerintah terhadap Tanah Pesantren Guppi Bagaikan BOM WAKTU. Tatkala pihak guppy tidak berusaha dan tidak mampu menjinakkan BOM WAKTU tersebut maka lima atau sepuluh tahun kedepan Bom waktu yang telah terpasang akan meledak dan Guppi hanya sekedar Goresan sejarah.
Ketika semua itu terjadi maka bagaimana nasib Siswa (i) yang sedang duduk di bangku sekolah Guppi??
Bagaimana dengan Keadaan Para Guru Pesantren Guppi??
Jawabannya hanya satu MEREKA AKAN TERLANTAR. Terlintas dalam hati mereka Saya Pernah Memiliki Guppi.

Penulis & Editor by :
By Muhammad Syuaib MM. ( Tau mannurung Bura’nea)

Rabu, 08 Februari 2012

Draft ART IKA Gupi Samata

Draft
Anggaran Rumah Tangga (ART)
IKA MMU Guppi
BAB I
KEANGGOTAAN
BAGIAN I
ANGGOTA
Pasal 1
Anggota
Anggota IKA GUPPI Ialah semua lulusan / alumni guppi :
1.     MTs Guppi
2.     MA   Guppi


Pasal 2 
Anggota Kehormatan
Ialah orang yang berjasa kepada IKA GUPPI yang telah ditetapkan oleh Pengurus Harian.

BAGIAN II
SYARAT-SYARAT KEANGGOTAAN
Pasal 3
a. Setiap anggota adalah Lulusan MTs/MA Guppi.
BAGIAN III
MASA KEANGGOTAAN
Pasal 4
a. Masa keanggotaan berakhir :
1.
Seumur Hidup
b. Anggota yang habis masa keanggotaannya karena:
1. Meninggal dunia
2. Atas permintaan sendiri
3. Diberhentikan atau dipecat 
c. Anggota yang habis masa keanggotaanya saat menjadi pengurus diperpanjang masa keanggotaanya sampai habis masa kepengurusan
BAGIAN IV
HAK DAN KEWAJIBAN
Pasal 5
Hak Anggota
a. Anggota biasa
1. hanya mempunyai hak mengeluarkan pendapat, mengajukan usul atau pernyataan secara lisan atau tertulis kepada pengurus,
2. Anggota disamping mempunyai hak sebagaimana pada ayat (1), dan mengikuti kegiatan - kegiatan organisasi, juga mempunyai hak untuk memilih dan dipilih, serta berhak menjadi pngurus harian IKA MMI Gupi 
c. Anggota kehormatan
1. dapat mengajukan saran/usul dan pertanyaaan kepada pengurus secara lisan atau tertulis
Pasal 6
Kewajiban Anggota
a. Membayar uang pangkal dan iuran anggota 
b. Menjaga nama baik organisasi 
c. Berpartisipasi dalam setiap kegiatan
IKA MMU Gupi
d. Bagi anggota kehormatan tidak berlaku ayat (a)
BAGIAN V
RANGKAP ANGGOTA DAN RANGKAP JABATAN
Pasal 7
a. Pengurus IKA Guppi tidak dibenarkan untuk merangkap jabatan pada organisasi lain sesuai ketentuan yang berlaku 
b. Dalam keadaan tertentu anggota IKA Guppi dapat merangkap menjadi anggota organisasi lain atas persetujuan Pengurus harian 

c. Ketentuan tentang jabatan seperti dimaksud pada ayat (
a ) diatas, diatur dalam ketentuan sendiri 
d. Anggota
IKA Guppi mempunyai kedudukan pada organisasi lain di luar IKA Guppi, harus menyesuaikan tindakan-tindakannya dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga dan ketentuan-ketetuan lainnya
BAGIAN VI
SKORSING DAN PEMECATAN
Pasal 8
Skorsing/Pemecatan
a. Anggota dapat diskors/dipecat karena:
1. Bertindak
bertentangan dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh IKA Guppi
2. Bertindak merugikan atau mencemarkan nama baik
IKA Guppi
b. Anggota yang diskors atau dipecat dapat melakukan pembelaan dalam forum yang ditunjuk untuk itu 
c. Mengenai skorsing/pemecatan dan tata cara pembelaan, diatur dalam ketentuan/peraturan sendiri
BAB II
STRUKTUR ORGANISASI
A. STRUKTUR KEKUASAAN
BAGIAN I
KONGGRES
Pasal 9
Status
a. Kongres merupakan musyawarah semua anggota IKA Guppi 
b. Kongres memegang kekuasaan tertinggi organisasi 
c. Kongres diadakan 2 (dua) tahun sekali 
d. Dalam keadaan luar biasa, kongres dapat diadakan
e. Dalam keadaan luar biasa, kongres dapat diselenggarakan atas inisiatif
Pengurus Harian sekurang-kurangnya ½ + 1.
Pasal 10
Kekuasaan/Wewenang
a. Menetapkan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga, Pedoman-Pedoman Pokok, Garis-Garis Besar Haluan Organisasi dan Program Kerja
b. Memilih Pengurus Harian dengan jalan memilih Ketua Umum yang sekaligus merangkap sebagai Formateur dan lima mide Formateur 
c. Menetapkan calon-calon anggota Majelis Pekerja Kongres (MPK) 
d. Menetapkan calon-calon tempat penyelenggaraan kongres berikutnya
Pasal 11
Tata Tertib
a. Peserta kongres terdiri dari Pengurus harian Anggota MPK, semua anggota dan undangan Pengurus Harian
b. Pengurus
Harian adalah penanggung jawab penyelenggaraan kongres, pengurus harian serta anggota biasa adalah peserta penuh sedangkan anggota kehormatan dan undangan sebagai peserta peninjau
c. peserta penuh memiliki hak bicara dan hak suara sedangkan peserta peninjau mempunyai hak bicara 
d. Banyaknya
peserta penuh adalah semua anggota yang tergolong peserta penuh 
e. Jumlah peserta peninjau ditetapkan oleh Pengurus
Harian
f. Pimpinan sidang kongres dipilih dari peserta  oleh peserta dan berbentuk presidium. 
g. Kongres baru dapat dinyatakan sah apabila dihadiri oleh
½ +1 Anggota IKA Guppi
h. Apabila ayat (g) tidak terpenuhi maka kongres diundur selama 2 x 24 jam dan setelah itu dinyatakan sah. 
i. Setelah
Pengurus Harian  menyampaikan LPJ di hadapan peserta kongres maka Pengurus  dinyatakan demisioner.
B. STRUKTUR PIMPINAN
BAGIAN II
PENGURUS
HARIAN
Pasal 12
Status
a. Pengurus  Harian adalah Badan/Insatansi kepemimpinan tertinggi organisasi. 
b. Masa jabatan
pengurus  harian adalah dua tahun terhitung sejak pelantikan/serah terima jabatan dari Pengurus Besar demisioner.
Pasal 13
Personalia Pengurus
Harian
a. Formasi Pengurus Besar sekurang-kurangnya terdiri dari Ketua Umum, Sekretaris Jenderal dan Bendahara Umum. 
b. Yang dapat menjadi Pengurus
Harian adalah anggota yang dianggap mampu menjalankan amanah.
c. Setiap personalia Pengurus harian tidak diperbolehkan untuk menjabat lebih dari (2) periode kepengurusan kecuali jabatan Ketua Umum. 
e. Apabila Ketua Umum tidak dapat menjalankan tugas/non aktif, maka dapat dipilih Pejabat Ketua Umum oleh Sidang Pleno Pengurus.
Pasal 14
Tugas dan Wewenang
a. Selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah kongres, personalia Pengurus Harian harus sudah dibentuk, dan Pengurus harian demisioner segera mengadakan serah terima jabatan dengan Pengurus harian yang baru. 
b. Pengurus
Harian  baru dapat menyelenggarakan tugasnya setelah serah terima jabatan dengan Pengurus harian demisioner. 
c. Melaksanakan hasil-hasil ketetapan kongres. 
d. Menyampaikan ketetapan dan perubahan penting yang berhubungan dengan
IKA Guppi kepada semua yang terkait dengan IKA Guppi
e. Melaksanakan Sidang Pleno setiap semester kegiatan, atau setidak-tidaknya 4 (empat) kali selama periode berlangsung. 
f. Menyelenggarakan kongres pada akhir periode. 
g. Menyiapkan draft materi kongres. 
h. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada anggota melalui kongres  
i. Dapat menskorsing, memecat dan merehabilitasi secara langsung terhadap anggota/pengurus.
BAGIAN V
BIDANG – BIDANG
Pasal 15
Pengembangan lembaga











C. MAJELIS KONSULTANSI
BAGIAN VI
MAJELIS PEKERJA KONGRES (MPK)
Pasal 16
Status, Keanggotaan dan Masa Jabatan
a. Anggota MPK adalah anggota IKA GUPPI yang memiliki kapasitas intelektual dan pengalaman organisasi, untuk satu periode kepengurusan, serta tidak dapat dipilih untuk yang kedua kalinya.
b. Anggota sidang MPK terdiri dari anggota pleno
c. Anggota MPK terdiri dari Pengurus Harian IKA GUPPI sebelumnya dan sebnyak 10 orang 
d. Masa jabatan MPK disesuaikan dengan masa jabatan
Pengurus Harian.
PASAL 17
Tugas MPK
a. Mengawasi pelaksanaan ketentuan-ketentuan kongres yang dijalankan pengurus Harian
b. Memberikan usul-usul kepada Pengurus
Harian untuk melancarkan pelaksanaan ketetapan-ketetapan kongres baik diminta atau tidak diminta. 
c. Menyampaikan hasil pengawasan pelaksanaan ketetapan-ketetapan kongres. 
d. Menyampaikan draft materi kongres.
PASAL 18
Tata Tertib Pemilihan
a. Anggota MPK sebanyak 10  (sepuluh) orang ditetapkan oleh Sidang Pleno I Pengurus Harian berdasarkan calon yang diusulkan Pesera Kongres
b. Jumlah calon yang diajukan dalam ayat (c) adalah 2 x 10 orang. 
c. pemilihan calon-calon anggota MPK dilaksanakan setelah pemilihan Ketua Umum/Formateur dan mede formateur P
engurus Besar IKA GUPPI
d. Bila kemudian ternyata ada calon-calon MPK dipilih sebagai P
engurus IKA GUPPI, maka keanggotaannya gugur dan diganti oleh urutan berikutnya yang dipilih oleh kongres.
PASAL 19
Persidangan MPK
a. Pimpinan sidang MPK dipilih dalam sidang MPK. 
b. Sidang MPK sekurang-kurang
2 (Dua) kali bersidang dalam satu periode. 
c. Koordinasi MPK dipilih dari anggota MPK dan ditetapkan dalam sidang MPK. 
d. Sebelum Koordinasi MPK terpilih, Sidang MPK pertama dipimpin oleh
Pengurus Harian IKA GUPPI
e. Apabila telah melewati 6(enam) bulan Pengurus Harian belum menyelenggarakan sidang MPK pertama, maka MPK dapat berinisiatif mengadakan sidang MPK pertama atas persetujuan lebih dari separuh jumlah anggota MPK.
PASAL 20
Tata Kerja MPK
a. Tata kerja MPK diselenggarakan oleh koordinator MPK bersama anggota MPK lainnya. 
b. MPK terdiri dari komisi-komisi yang disesuaikan dengan pembidangan kerja
Pengurus Harian 
c. Masing-masing komisi dipimpin oleh seorang ketua yang dipilih dari dan oleh anggota MPK.



F. KEUANGAN
Pasal 21
a. Besarnya uang pangkal ditetapkan oleh pengurus Harian
b.
Usaha Lain Yang Halal.
BAB III
LAGU DAN LAMBANG
Pasal 22
Lagu, lambang dan atribut-atribut organisasi lainnya diatur dan ditetapkan oleh kongres.

BAB
IV
PERUBAHAN AD/ART
Pasal 23
a. Perubahan AD/ART hanya dilakukan oleh Kongres. 
b. Rencana perubahan AD/ART disampaikan kepada
Anggota selambat-lambatnya sebulan sebelum kongres.
BAB V
PEMBUBARAN
Pasal 24
Pembubaran IKA GUPPI hanya dapat dilaksanakan oleh Kongres

Pasal
25
Keputusan pembubaran IKA GUPPI sekurang-kurangnya harus disetujui oleh ½ + 1 peserta Kongres.
Pasal 26
Harta benda IKA GUPPI sesudah dibubarkan harus diserahkan kepada Yayasan.


BAB VI
ATURAN TAMBAHAN
Pasal 27
Setiap anggota IKA GUPPI dianggap telah mengetahui isi AD/ART ini setelah ditetapkan.
Pasal 28
Semua Badan/Instansi dan Lembaga-lembaga yang menggunakan nama/atribut IKA GUPPI diatur dan ditetapkan oleh Kongres.

Pasal
29
Setiap anggota IKA GUPPI harus mentaati AD/ART ini dan barang siapa melanggarnya akan dikenakan sanksi-sanksi organisasi sebagaimana yang diatur dalam ketentuan sendiri.